Hafal Tanpa Menghafal


Mengapa kita lancar sekali membaca Al Faatihah? Salah satu jawabannya adalah karena, dengan izin Allah, kita sering membacanya. Begitu pun seyogyanya logikanya untuk surat-surat lainnya dalam Al Quran.

Mari berhitung. Seseorang baligh di umur 10 tahun dan memulai shalat umur tersebut. Kini ia berumur 20 tahun. Jika kita menghitung jumlah Al Faatihah yang ia baca dalam shalat wajib saja, maka akan didapat angka 62.050. Gimana nggak nempel nih Al Faatihah? Banget-banget nempelnya.

Itu baru perhitungan shalat wajib 17 rakaat sehari semalam. Baru yang fardhu saja. Bagaimana jika ia rajin shalat sunnah? Bisa tembus 100.000 kali. Itu pun jika umurnya 20. Bagaimana jika umurnya 40? 186.150 kali. Itu udah dipotong masa mulai baligh alias umur 10 tahun ke bawah dianggap tidak pernah baca sama sekali. Padahal kan nggak gitu. Seseorang yang di bawah 10 tahun pun banyak sekali yang sudah bisa membaca Al Faatihah.


Jika mengacu pada teori Al Faatihah, menghafal Quran itu memang mudah. Bahkan “gak usah” keringetan dan ngotot ngafal. Baca aja yang banyak, berulang-ulang. Insya Allah hafal dengan sendirinya.


Untuk permulaan, coba sebaris baca 40 kali. Dibuat santai bacanya sambil liat-liat artinya. Buka juga tafsirnya. Beli juga kitab tafsir terjemahan. Baca banyak berulang-ulang. Entar tahu-tahu hafal sendiri.


Benar-benar dibuat santai. Tidak perlu seperti kejar setoran. Coba nikmati. Bisa membaca dan boleh membaca saja sudah menjadi suatu kenikmatan tersendiri. Anggap aktivitas ini seperti mengumpulkan sesuatu yang lebih besar dan lebih mahal dari emas.


Tiap huruf berpahala 10 kali, 700 kali, hingga tak terhingga. Setiap hurufnya menjelma jadi banyak hal dari kenikmatan dunia akhirat.


Bayangkan jika kita baca per baris 40 kali. Berapa huruf yang dibaca? Sebaris bisa 50 huruf. Jika dikali 700? Dikali 40? Wow…


Supaya hafal, selain baca tartil halaman per halaman, juz demi juz, coba deh ikutin cara ini, hingga wafat dalam keadaan haafidz, insya Allah. Aamiin..

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

1 Response to "Hafal Tanpa Menghafal"

  1. bener banget, pengalaman sy sering banget dengerin murottal pdahal tanpa niat mau hafal sbenernya, tapi alhamdulillah kehafal-hafal sendiri karena suka ngikutin ngaji.

    BalasHapus